Dengan adanya kondisi ekonomi yang mulai menguat, namun banyak CIO perusahaan besar tidak kemudian beralih ke software open source sebagai jalan penghematan cost dan budget IT, menurut tem CIO Jury dari silicon.com. Oleh karena tidak adanya lisensi yang mahal, maka seringkali open source dinilai lebih baik dan menjadi yang sehrusnya dibutuhkan untuk department IT, terutama untuk penghematan biaya. Hal lainnya, karena open source telah banyak menuai kesuksesan untuk enterprise, terutama untuk web server.
Namun, bagaimanapun hanya 2 dari 12 team CIO Jury mengatakan bahwa software open source adalah jalan tercepat untuk memotong biaya selama resesi ekonomi. Sedangkan sisanya mengatakan bahwa biaya untuk migrasi ke open source dan training ulang staff adalah sisi buruk dari adopsi open source. Menurut Peter Birley, director operasi bisnis dan IT di Browne Jacobson LLP memperkirakan bahwa dengan adopsi open source maka pengeluaran biaya lebih banyak dibandingkan penghematan.
Sementara Andrew Wayland, CIO Michael Page International, setuju bahwa akan ada biaya tambahan yang muncul dengan adopsi software open source. “Adopsi open source memiliki ‘hidden cost’ atau ‘biaya tersembunyi’ yang tidak tampil dengan segera. Dengan membangun system enterprise menggunakan software open source maka Anda harus membayar lagi guna resiko tambahan lainnya.” ungkap Wayland.
“Cara efektif untuk mengatur cost adalah dengan memastikan manajemen lisensi telah diatur. Hal ini bukan berarti open source menjadi tidak penting, namun ulasan di atas hanyalah penjelas bahwa open source dinilai kirang cocok sebagai mekanisme tepat untuk pengurangan cost.” tambahnya.


Poll